TEKS
EKSPOSISI
A.
Pengertian
Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah paragraf atau
karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan
secara singkat, padat, dan akurat. Pendapat lain menyatakan bahwa Teks
Eksposisi adalah jenis atau ragam teks yang memiliki fungsi menyampaikan
gagasan-gagasan berupa pemikiran tentang suatu topik. Paragraf eksposisi ini
bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Sebagai catatan, tidak jarang
eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja.
Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Menurut Wikipedia Eksposisi ini merupakan salah
satu jenis paragraf yang yang mana isisnya itu bertujuan untuk bisa memberikan
pengertian dengan gaya penulisan yang padat, singkat serta juga jelas. Contoh
tulisan eksposisi ini biasanya berita koran serta petunjuk penggunaan.
Jadi dapat disimpulkan teks eksposisi adalah
sebuah karangan yang bersifat nonfiksi yang berisi mengenai gagasan akan sebuah
topik. Serta yang mengandung pengetahuan yang digambarkan didalam bentuk yang
singkat, padat serta jelas.
B.
Tujuan
Teks Eksposisi
Adapun tujuan teks eksposisi adalah tentunya
menjelaskan sebuah informasi supaya pembaca akan menambah ilmu pengetahuan,
sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan
pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.
C.
Ciri-Ciri
Teks Eksposisi
Adapun ciri-ciri teks eksposisi yang diantaranya
yaitu:
a. Singkat
dan Padat
b. Gaya
informasi yang mengajak.
c. Penyampaian
teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.
d. Menjelaskan
informasi-informasi pengetahuan.
e. Tidak
memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.
f.
Teks eksposisi bersifat objektif dan
netral.
g. Penjelasannya
disertai data-data yang akurat.
h. Fakta
digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.
i.
Umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa,
kapan, di mana, mengapa, bagaimana
D.
Struktur
Teks Eksposisi
Adapun strukturnya terdiri atas 3 (tiga) bagian yakni pernyataan
pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Berikut penjelasan
struktur teks eksposisi yang tepat adalah:
1. Pernyataan pendapat
(Tesis): bagian ini merupakan suatu gagasan utama mengenai suatu permasalahan
berdasarkan fakta yang ada.
2. Argumentasi: bagian ini berisi
mengenai penjelasan secara detail mengenai pernyataan pendapat serta juga
pengungkapan fakta ialah sebagai penjelasan argumen dari sang penulis.
3. Penegasan ulang
pendapat: bagian ini merupakan salah satu penguat dari pendapat dan juga argumen
yang didukung oleh fakta
E.
Jenis-Jenis
Teks Eksposisi
Adapun jenis-jenis teks eksposisi ini
terdiri atas 9 (sembilan) bagian diantaranya sebagai berikut.
- Eksposisi
definisi: sebuah paragraf yang menjelaskan definisi suatu topik tertentu.
F.
Unsur
kebahasaan Teks Eksposisi
- Pronomina
Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang
menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi
dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina non-persona.
Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu Persona
Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda,
kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-., dan Persona Jamak Contohnya
seperti kita, kami, kalian, mereka,
hadirin, para.
Pronomina Non-persona (kata ganti bukan orang) yaitu
Pronomina Penunjuk contohnya ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina
penanya contohnya apa, mana, siapa.
- Nomina dan Verba
1) Nomina
(kata benda)
Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata
maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk
dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina
dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan,
pembelian, kekuatan, dll.
2) Verba
(kata kerja)
3) Merupakan
kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan
sifat. Dalam kalimat biasanya berfungsi
sebagai predikat.
- Konjungsi
Kata penghubung (konjungsi). Contohnya pada kenyataannya, kemudian, lebih lanjut.
Untuk memperkuat argumentasi, kata hubung atau konjungsi dapat dimanfaatkan.
Contoh Teks Eksposisi Tentang Kesehatan
Contoh
Teks Eksposisi Tentang Pendidikan
Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia
Tesis:
Sistem
pendidikan Indonesia saat ini mengalami suatu perubahan yang sangat signifikan.
Perubahan tersebut berhubungan dengan kurikulum yang digunakan dalam dunia
pendidikan Indonesia.
Yang
mana, kurikulum 2006 yang sudah lama digunakan dirubah dengan kurikulum 2013.
Meskipun tidak semua sekolah menggunakan kurikulum tersebut.
Argumentasi:
Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam beberapa kesempatan memaparkan
bahwa, kurikulum 2013 diutamakan pada sekolah-sekolah yang memiliki akreditasi
A atau sekolah bertaraf Internasional.
Terjangkaunya
distribusi buku juga menjadi syarat terhadap sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013. Kemendikbud
juga menjelaskan bahwa kurikulum 2013 ini fokus pada pembangunan sikap,
pengetahuan, keterampilan, karakter yang dilandasi pendekatan ilmiah.
Tidak
hanya itu, kurikulum 2013 juga menitikberatkan kepada hubungan antara proses
belajar dengan rasa syukur pada pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa kepada manusia
yang diberi berkat untuk mengelola alam ini.
Khususnya
mengacu pada proses belajar mengajar yang dimulai dengan mengamati, menanya,
menalar, dan mencoba atau mencipta.
Musliar
Kasim selaku wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berpendapat, bahwa Kurikulum
2013 lebih menitikberatkan praktik daripada hafalan.
Karena
selama ini, siswa banyak dibebani hafalan yang justru dinilai kurang
menumbuhkan kreativitas.
Melalui
Kurikulum 2013 ini, pemerintah ingin mencetak anak bangsa Indonesia yang
produktif, kreatif, inovatif dan afektif. Dalam kurikulum 2013 setiap siswa
dididik agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan karakter.
Anggota
Dewan Pertimbangan Presiden, Meutia Hatta mengatakan bahwa kurikulum 2013 ini
mempunyai tujuan untuk mencetak karakter generasi berkualitas, cinta tanah air
dan bangsanya.
Tidak
hanya itu, kurikulum 2013 juga menonjolkan peran aktif siswa dalam proses
pembelajaran, sehingga generasi masa depan tetap mempunyai
jati diri sebagai bangsa Indonesia dan berkualitas.
Penegasan Ulang:
Akan
tetapi, banyak juga dari masyarakat yang menolak penerapan kurikulum 2013 ini.
Perubahan kurikulum ini dinilai sangat mendadak dan cenderung dipaksakan.
Bahkan,
ada yang berpendapat kurikulum ini kurang fokus sebab menggabungkan dua mata
pelajaran yang memiliki substansi pokok yang berbeda.
Walaupun
mata pelajaran yang akan diajarkan dibuat lebih sederhana, namun tingkat
pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa akan semakin menurun karena mata
pelajaran tersebut tidak dibahas secara utuh dan dibuat secara terpisah-pisah.
