PATAH HATI DIBULAN NOVEMBER
Pagi itu, 13 september 2015 aku
terbangun dengan gembira, mungkin karena hari itu adalah hari liburku. padatnya
aktivitas di hari-hari biasa membuatku ingin menikmati hari liburku dengan
melakukan hal-hal yang tidak bisa aku lakukan di hari-hari biasanya, bermalas-malasan
di kamar misalnya. oh iya sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri, namaku Ghea
Pramundita, biasa dipanggil Ghea, lahir di Jakarta, 3 mei 1990. waktu itu aku berumur
20 tahun, berstatus lajang dan hanya sibuk dengan pekerjaan. Aku bekerja di
sebuah coffee shop di Jakarta Pusat, kebetulan bekerja fulltime yang selalu
berangkat pagi buta dan pulang larut malam. sibuknya pekerjaan dihari-hari biasanya membuatku ingin
bermalas-malasan dihari liburku ini, sambil memandang telpon genggamku, bermalas-malasan
diatas ranjang tempat tidurku tanpa sedikitpun berniatan untuk lekas beranjak
bangun dan keluar dari kamar.
"huaaaaah enaknya bisa tiduran dikasur tercinta,
jarang-jarang bisa seperti ini, beruntung juga hari ini libur" sambil
terus memandang hpku yang sedang asiknya, tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk
di hpku. Nita, teman kerjaku yang selalu ada kemanapun aku pergi, jelasnya dia
selalu mengikutiku, yaa mungkin karena kita sahabat.
"hei nit, kenapa? pagi pagi udah telfon aja"
tanyaku ke Nita ditelfon.
"Eh Ghe, keluar yuk temenin aku ke mall, aku mau
belanja-belanja kebetulan sekarang lagi ada diskon" jawab Nita.
"haaa males ah, entar saja agak siangan, aku lagi
enak-enakan nih dikasur, ganggu saja kamu"
"ah keburu panas, sekarang aja, lagian kamu udah
jam segini masih aja dikasur, nasib jomblo ya" canda Nita dan sedikit
tertawa.
"apaan sih lo, emang gue lagi pengen males
malesan aja, mumpung libur kalik" jawabku dengan agak sedikit kesal.
waktu itu jam masih menunjukan pukul 9 pagi, dengan
penuh rasa malas, dan pada akirnya akupun menyetujui ajakan Nita, mengajakku pergi
untuk menemaninya ke mall.
"yaudah nanti jam 10, belum ngumpul nih
nyawa" kataku ke Nita.
"yaudah oke siap bos, nanti gue jemput kerumah
jam 10 oke" jawab Nita.
"oke oke siap" sambil mengakhiri telpon dari
Nita.
Pada akhirnya aku bangun dari tempat
tidur menuju kamar mandi untuk bersiap-siap pergi dengan Nita dengan keadaan rasanya
malas, karena dia sahabatku mau gimana lagi. setelah selesai aku bersiap-siap,
tak lama kemudian Nita tiba di rumahku dan mengajaku untuk cepat pergi ke mall
yang akan kami kunjungi. setelah berpamitan dengan ibu dan ayah, kami pun
langsung pergi dengan menaiki motor yang distiri oleh nita. diatas motor kami
mengobrol banyak, tak lepas kami pun bercanda dengan asyiknya sampai kamipun
tak sadar kalo kami telah sampai di mall. Tidak menunggu kelamaan kita langsung
bergegas menuju pintu masuk setelah memakirkan motor. Aku dan Nita langsung
masuk kedalam mall dan mulai berjalan-jalan. ketika itu Aku dan Nita sedang
menaiki eskalator menuju lantai 2 tetapi tiba-tiba ada dua orang laki-laki yang
mengajak kami berkenalan, sebenarnya kita malu tapi karena mereka mengajak
berkenalan ya mau tidak mau kami pun menanggapinya karena ada pepatah
mengatakan tak kenal maka tak sayang akirnya kita berkenalan. Aku pun bertukar
nomer handphone dengan salah satu laki laki itu, Marcel namanya, cukup oke kalo
menurutku, tingginya lebih tinggi dariku, badanya tegap, dan memiliki ginsul
digiginya, yang tentu saja menambah daya tarik wajahnya. Kami pun berbisah
ketika sampai di lantai 3, memang kami naik ke lantai 3 untuk mencari cari toko
yang ingin kami masuki. setelah kami menemukan toko yang cocok, kami pun
langsung masuk dan memilih-milih baju dan barang lainnya yang ingin kami beli.
tak lama kamipun keluar dari toko itu dan berjalan lagi untuk mencari tempat
makan, karna memang aku dan Nita belum sarapan pagi tadi. setalah kami makan
disebuah cafe, aku dan Nita berjalan-jalan dan melihat lihat kelantai-lantai
lain juga. tak lama setelah itu kami pun berjalan keluar untuk pulang, memang
sengaja kami tidak mampir-mampir ketempat lain karna waktu itu jam sudah
menunjukan pukul 17:15, kami pun langsung pulang tanpa ada niatan untuk mampir
ketempat tempat lain. ditengah perjalanan pulang, aku dan Nita mengobrol diatas
kendaraan yang masih distir oleh Nita, sampai akhirnya kamipun tiba di rumahku.
dan tanpa berlama-lama Nita pun langsung pamit untuk pulang ke rumahnya, karena
waktu itu juga matahari sudah mulai tenggelam dan hari sudah mulai gelap. Aku pun
menghabiskan malam itu bersama ibu dan ayah untuk makan malam bersama,
kebetulan aku anak pertama dan terakhir, jelasnya aku ini anak tunggal, makanya
aku sering dimanja oleh kedua orang tuaku. setelah makan malam, aku langsung
masuk ke kamar untuk mengistirahatkan diri yg cukup lelah ini, agar esok
paginya siap untuk bekerja lagi. saat aku sedang berbaring dikasur dan bermain
hp, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dari nomer yang tidak kukenal itu, dan
setelah kami saling berbalas chat aku tau orang itu adalah Marcel, laki-laki yang
bersama temannya yg mengajak aku dan Nita berkenalan di mall pagi itu.
"oh iya Ghe, kalo boleh kapan-kapan ketemu lagi
bisa?" tanya Marcel kepadaku dipesan.
"boleh, tapi gue gatau kapannya, soalnya gue
sibuk kerja nih" jawabku.
"lo kerja dimana emang?"
"gue di coffee shop, daerah menteng" jawabku
didalam chat.
"oh yaudah mending ketemuan disitu aja, sekalian
kan gue nongkrong dicoffee shop lo, kebetulan gue belum pernah kesana"
"oke dengan senang hati"
Setelah itu, beberapa hari kemudian
aku dan Marcel bertemu di coffee shop miliku bekerja. aku dan Marcel mengobrol
banyak, dan kamipun mulai saling kenal lebih dalam satu sama lain, tak jarang
kamipun bercanda dan ketawa terbahak bahak karna obrolan-obrolan seru kami.
setelah itu marcel memintaku untuk mengantarku pulang, akupun menyetujuinya,
kami pun mulai lebih dekat dan lebih dekat lagi, sampai pada suatu hari akupun
berkencan dengannya, kami pun makan malam berdua di sebuah restaurant yang
cukup terkenal di Jakarta. Aku dan Marcel mulai berbagi cerita dam pada akirnya
aku mulai nyaman dengannya, pikirku Marcel pun juga merasakan hal yg sama. Setelah
malam itu, kami mulai lebih dekat lagi sampai pada akhirnya Marcel menyatakan
cintanya kepadaku, dan akupun menerimanya untuk menjadi pacarku. 28 September
kamipun berpacaran, kami saling berbagi cerita, saling mengagumi satu sama
lain, tak jarang kami juga bertengkar, menurutku didalam suatu hubungan adalah
hal yang wajar jika kadang kami bertengkar. Sebulan pun berlalu, aku dan marcel
mulai terbiasa dengan hubungan kami, kami pun sudah tidak pergi berkencan
sesering dulu waktu awal awal pacaran. awal November adalah awal munculnya problem-problem
di hubungan kami. Dari banyaknya problem-problem di hubungan kami, kami pun
mulai tidak bisa menjaga komitmen yang telah kami buat dulu ketika awal
pacaran. aku dan Marcel mulai jenuh satu sama lain. mungkin ku kira waktu itu
adalah hal biasa dalam hubungan kami tapi ternyata semua itu salah, kami malah
sering bertengkar, saling curiga satu sama lain, bakan tidak bisa saling
percaya, dan sudah tidak bisa menjaga komitmen kita. tapi aku masih mencoba
untuk mempertahankan hubungan ini, karena aku pikir kita bisa melewati problema
ini semua. pertengahan November Marcel mulai menjauh, mulai susah dihubungi,
mulai suka hilang tanpa kabar, aku pun masih berusaha untuk mempertahankan
sebuah hubungan ini atas dasar cinta. Entah apa yang dia lakukan ketika tanpa
kabar, aku mencoba berpikir positif. aku tetap mencintainya seperti awal kita
berpacaran, tak berkurang sedikitpun, hanya mungkin ada sedikit rasa jenuh. mendekati
akhir dibulan November Marcel mulai terlihat muak dengan hubungan kami, dia
mulai jarang membalas pesan dariku, dia mulai hilang dari harapan, aku masih
berusaha untuk mepertahankan hubungan ini, sampai pada akhirnya tepat di akhir
November dan dimalam itu Marcel menemuiku untuk kesekian lamanya, awalnya aku
cukup senang karna kukira Marcel akan berubah seperti Marcel saat pertama kami
pacaran, tapi tak kusangka dia mangakhiri hubungan ini, hubunganku dengannya.
"Ghe, aku rasa kita udah ngga cocok lagi, kita
udah tidak kayak dulu lagi, dan aku udah capek, mending kita udahin aja,
daripada kita kayak gini terus, aku jenuh Ghe" ucap Marcel kepadaku malam
itu.
"kenapa? Cel, aku sayang sama kamu, aku yakin
kita bisa lewatin ini semua"
"Ghe cukup, kita udahan aja sampe disini"
Malam itu jantung serasa enggan untuk
berdetak, kaki serasa enggan untuk menyangga, dan mata tak mampu lagi menahan
air mata, malam itu aku patahtak henti hentinya mata ini menangis, tidak capek-capeknya
hati ini meraung, sampai akupun tertidur lelap dimalam yang sunyi dengan
perasaan yg kacau. Hari-haripun berlalu memasuki pertengahan Desember,
meninggalkan bekas luka yang telah lama pergi. aku mulai terbiasa dengan itu
semua, aku mulai beraktivitas seperti biasa, tanpa hati yang terluka tapi masih
berbekas itu. Tidak terasa Desember pun hampir berakhir, aku yang masih berberes-beres
dicoffee shop menunggu detik-detik awal tahun baru, suara petasan terdengar sayup-sayup saling bersautan, ada sebuah
senyum yang telintas tiba-tiba. sebuah kenangan ditahun ini yg telah mematahkan
rekor lanjangkupun kembali teringat, memory-memory itu sedikit demi sedikit
mulai memutar kembali, dari awal aku bertemu denganya, masa-masa pdkt, sampai
akhirnya dia menyudahi semuanya, semua itu seperti berputar layaknya vcd
didalam ingatanku, tak kusangka matakupun mulai berbinar, dan sebuah air mata kenangan
itupun kembali jatuh. Aku masih ingat betul bagaimana patah hati dibulan November,
kamu mengakhiri segalanya. cintaku, harapanku, bahkan tawaku kala itu. sampai
akhirnya sebuah senyum simpul terlukis diwajahku, tanda untuk mengakhiri
semuanya. selamat tinggal masa lalu, menetaplah disebuah ruangan khusus dihati.
Lalu akupun mulai melangkah keluar untuk kembali pulang kerumah,
mengistirahatkan semuanya, badan, tangan, kaki, mata, juga hati yg pernah
patah.
Selesai