Selasa, 01 September 2020

Bahasa Indonesia Kelas VIII

 

TEKS EKSPOSISI

A.    Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Pendapat lain menyatakan bahwa Teks Eksposisi adalah jenis atau ragam teks yang memiliki fungsi menyampaikan gagasan-gagasan berupa pemikiran tentang suatu topik. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Menurut Wikipedia Eksposisi ini merupakan salah satu jenis paragraf yang yang mana isisnya itu bertujuan untuk bisa memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang padat, singkat serta juga jelas. Contoh tulisan eksposisi ini biasanya berita koran serta petunjuk penggunaan.

Jadi dapat disimpulkan teks eksposisi adalah sebuah karangan yang bersifat nonfiksi yang berisi mengenai gagasan akan sebuah topik. Serta yang mengandung pengetahuan yang digambarkan didalam bentuk yang singkat, padat serta jelas.

 

B.     Tujuan Teks Eksposisi

Adapun tujuan teks eksposisi adalah tentunya menjelaskan sebuah informasi supaya pembaca akan menambah ilmu pengetahuan, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

C.    Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Adapun ciri-ciri teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

a.       Singkat dan Padat

b.      Gaya informasi yang mengajak.

c.       Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.

d.      Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.

e.       Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.

f.        Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.

g.      Penjelasannya disertai data-data yang akurat.

h.      Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.

i.        Umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana

D.      Struktur Teks Eksposisi

Adapun strukturnya terdiri atas 3 (tiga) bagian yakni pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Berikut penjelasan struktur teks eksposisi yang tepat adalah:

1.      Pernyataan pendapat (Tesis): bagian ini merupakan suatu gagasan utama mengenai suatu permasalahan berdasarkan fakta yang ada.

2.      Argumentasi: bagian ini berisi mengenai penjelasan secara detail mengenai pernyataan pendapat serta juga pengungkapan fakta ialah sebagai penjelasan argumen dari sang penulis.

3.      Penegasan ulang pendapat: bagian ini merupakan salah satu penguat dari pendapat dan juga argumen yang didukung oleh fakta

E.     Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Adapun jenis-jenis teks eksposisi ini terdiri atas 9 (sembilan) bagian diantaranya sebagai berikut.

  1. Eksposisi definisi: sebuah paragraf yang menjelaskan definisi suatu topik tertentu.
  2. Eksposisi proses: jenis ini berisikan langkah-langkah atau juga cara untuk melakukan sesuatu hal dari awal sampai akhir.
  3. Eksposisi ilustrasi: jenis ini adalah jenis yang memaparkan informasi atau juga penjelasan-penjelasan tertentu dengan cara memberikan gambaran secara sederhana mengenai suatu topik dengan topik yang lain yang memiliki kesamaan sifat atau juga kemiripan dalam hal hal tertentu.
  4. Eksposisi laporan: sebuah paragraf eksposisi yang mengemukakan sebuah laporan dari sebuah berita atau juga penelitian tertentu.
  5. Eksposisi perbandingan: suatu paragraf eksposisi yang gagasan utamanya itu tersaji dengan cara membandingkan dengan yang lainnya.
  6. Eksposisi pertentangan: jenis ini berisi tetnagn hal pertentangan akan suatu hal-hal dengan hal yang lain.
  7. Eksposisi berita: berisi pemberitaan tentang suatu kejadian/peristiwa. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar/koran.
  8. Eksposisi analisis: merupakanproses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama itu kedalambeberapa sub-bagian, setelah itu masing-masing dikembangkan secara berurutan.
  9. Eksposisi klasifikasi: membagi sesuatu serta juga mengelompokkan ke dalam kategori-kategori.

F.     Unsur kebahasaan Teks Eksposisi

  1. Pronomina

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina non-persona.

Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-., dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.

Pronomina Non-persona (kata ganti bukan orang) yaitu Pronomina Penunjuk contohnya  ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina penanya contohnya apa, mana, siapa.

  1. Nomina dan Verba

1)      Nomina (kata benda)

Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

2)      Verba (kata kerja)

3)      Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat.

  1. Konjungsi

Kata penghubung (konjungsi). Contohnya pada kenyataannya, kemudian, lebih lanjut. Untuk memperkuat argumentasi, kata hubung atau konjungsi dapat dimanfaatkan.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Kesehatan

Manfaat Tanaman Obat Sambiloto

Tesis :

Tanaman obat sambiloto suduh populer sejak zaman nenek moyang terdahulu. Tanaman obat sambiloto ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan luka serta dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh juga.

Argumetasi :

Dengan banyaknya khasiat yang terkandung dalam tanaman ini maka banyak sekali produk komersial yang dapat dihasilkan. Namun tidak banyak pula orang yang mengetahuinya. Menurut beberapa peneliti banyak sekali khasiat yang terkandung dalam tanaman obat sambiloto ini. Manfaat tanaman sambiloto ini meliputi :

  • Tanaman obat sambiloto terdapat bagian yang dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan luka. Hal tersebut dibuktikan dengan cepatnya penyebuhan luka akibat terbakar maupun cedera.
  • Tanaman obat sambiloto juga dapat menyembuhkan penyakit panas karena mengandung antiperetika bahkan dapat pula mengobati tekanan darah tinggi.
  • Jenis tanaman ini juga dapat bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker seperti jenis penyakit trofoblas maupun tumor paru.
  • Tanaman obat sambiloto juga dapat mengbati beberapa penyakit seperti diare, malaria, gatal gatal, sakit perut, disentri basiler, tifoid dan sebagainya.

Penegasan Ulang :

Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tanaman obat sambiloto tidak hanya menyembuhkan luka tetapi dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Tidak ada efek samping yang ditimbulkan akibat tanaman ini karena bersifat alami. Tanpa anda ketahui bahwa alam menyediakan kebutuhan obat yang diperlukan oleh tubuh.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Pendidikan

Perubahan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Tesis:

Sistem pendidikan Indonesia saat ini mengalami suatu perubahan yang sangat signifikan. Perubahan tersebut berhubungan dengan kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Yang mana, kurikulum 2006 yang sudah lama digunakan dirubah dengan kurikulum 2013. Meskipun tidak semua sekolah menggunakan kurikulum tersebut.

Argumentasi:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam beberapa kesempatan memaparkan bahwa, kurikulum 2013 diutamakan pada sekolah-sekolah yang memiliki akreditasi A atau sekolah bertaraf Internasional.

Terjangkaunya distribusi buku juga menjadi syarat terhadap sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013. Kemendikbud juga menjelaskan bahwa kurikulum 2013 ini fokus pada pembangunan sikap, pengetahuan, keterampilan, karakter yang dilandasi pendekatan ilmiah.

Tidak hanya itu, kurikulum 2013 juga menitikberatkan kepada hubungan antara proses belajar dengan rasa syukur pada pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa kepada manusia yang diberi berkat untuk mengelola alam ini.

Khususnya mengacu pada proses belajar mengajar yang dimulai dengan mengamati, menanya, menalar, dan mencoba atau mencipta.

Musliar Kasim selaku wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berpendapat, bahwa Kurikulum 2013 lebih menitikberatkan praktik daripada hafalan.

Karena selama ini, siswa banyak dibebani hafalan yang justru dinilai kurang menumbuhkan kreativitas.

Melalui Kurikulum 2013 ini, pemerintah ingin mencetak anak bangsa Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif. Dalam kurikulum 2013 setiap siswa dididik agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan karakter.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Meutia Hatta mengatakan bahwa kurikulum 2013 ini mempunyai tujuan untuk mencetak karakter generasi berkualitas, cinta tanah air dan bangsanya.

Tidak hanya itu, kurikulum 2013 juga menonjolkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran, sehingga generasi masa depan tetap mempunyai jati diri sebagai bangsa Indonesia dan berkualitas.

Penegasan Ulang:

Akan tetapi, banyak juga dari masyarakat yang menolak penerapan kurikulum 2013 ini. Perubahan kurikulum ini dinilai sangat mendadak dan cenderung dipaksakan.

Bahkan, ada yang berpendapat kurikulum ini kurang fokus sebab menggabungkan dua mata pelajaran yang memiliki substansi pokok yang berbeda.

Walaupun mata pelajaran yang akan diajarkan dibuat lebih sederhana, namun tingkat pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa akan semakin menurun karena mata pelajaran tersebut tidak dibahas secara utuh dan dibuat secara terpisah-pisah.

 

 

 

Bahasa Indonesia Kelas XI

 

Teks Eksplanasi

A.    Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial. Pada teks eksplanasi juga sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain sesudahnya.


B.     Struktur Teks Eksplanasi

Adapun struktur teks eksplanasi diantaranya:

1.      Pernyataan Umum

Berisi tentang penjelasan umum tentang atau mengenai subjek yang akan dijelaskan dalam proses terjadinya atau proses keberadaan

2.      Deretan Penjelas atau Urutan Sebab dan Akibat

Berisi tentang penjelasan secara rinci tentang proses terjadinya, disajikan secara berurutan atau tahap, dari awal hingg akhir.

3.      Interpretasi (Opsional)

Teks penutup yang bersifat pilihan, dan bukan keharusan. Teks penutup yang dimaksud adalah, teks yang merupakan intisari atau kesimpulan dari pernyataan umum dan deretan penjelas. Opsionalnya dapat berupa tanggapan maupun mengambil kesimpulan atas pernyataan yang ada dalam teks tersebut.

C.     Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Adapun ciri-ciri teks eksplanasi adalah sebagai berikut:

  1. Teks eksplanasi terdiri dari tiga unsur yang meliputi sebuah pernyataan umum, sebab-akibat, dan interpretasi.
  2. Informasi yang ada di dalam teks eksplanasi berisi berdasakan fakta.
  3. Informasi yanag ada di dalam teks eksplanasi memiliki sifat objektif.
  4. Teks eksplanasi membahas sebuah peristiwa.
  5. Teks ekplanasi merupakan jenis teks  yang bersifat informatif

D.      Langkah-Langkah Menentukan Pola Pengembangan Teks Eksplanasi

Secara umum, pola-pola pengembangan teks eksplanasi dibagi menjadi dua, yaitu

1.       Pola Pengembangan Hubungan Sebab Akibat.

2.      Pola Pengembangan Proses.

Penyusunan pola dalam mengembangkan teks eksplanasi dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a.       Tentukan tema (topik)

Dengan menentukan topik kamu akan memulai langkah awal dalam membuat teks eksplanasi, yaitu apa yang akan dibahas dan untuk siapa informasi tersebut diberikan.

b.      Membuat dan menyusun kerangka teks yang mengandung topik teks eksplanasi

Kerangka bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan informasi yang ada di dalam teks eksplanasi. Jika kamu ingin membuat teks ekspalnasi seputar gempa tentu langkah awal yang kamu lakukan adalah menjelaskan pengertian, sebab terjadinya gempa, hingga dampak terjadinya gempa. Hal itu bertujuan agar tulisan memiliki struktur yang baik.

c.       Mengembangkan kerangka yang telah disusun

Setelah menyusun kerangka, proses selanjutnya adalah mengembangkan kerangka tersebut menjadi informasi utuh. Kamu boleh mencari informasi dari berbagai sumber untuk teks eksplanasi. Kemudian susun sesuai struktur teks eksplanasi, yaitu pernyataan umum, termasuk identifikasi fenomena, proses kejadian (fakta-fakta), dan interpretasi (ulasan/kesimpulan).

E.     Jenis – Jenis Teks Eksplanasi

Ada empat jenis teks penjelasan. Berikut adalah beberapa jenis teks penjelasan, diantaranya ialah:

1.      Eksplanasi Sequential

Eksplanasi Sequential merupakan sebuah jenis penerangan/jabaran yang menjelaskan tentang rincian tahapan suatu fenomena. Sebagai contoh, urutan siklus hidup dalam bentuk rantai makanan.

2.      Eksplanasi Faktorial

Eksplanasi Faktorial merupakan sebuah jenis penjelasan yang menjelaskan efek dan hasil suatu proses. Sebagai contoh, pada sebuah efek kolonialisme.

3.      Eksplanasi Teoritis

Eksplanasi Teoritis merupakan sebuah jenis penjelasan yang mengandung kemungkinan spekulasi yang dapat terjadi di balik fenomena alam. Sebagai contoh, letusan Gunung Merapi dapat memicu bencana alam lain yang menghancurkan.

4.      Eksplanasi Kausal

Eksplanasi Kausal merupakan sebuah adanya sifat penjelasan yang secara bertahap menjelaskan asal atau penyebab perubahan dalam suatu hal. Sebagai contoh, proses tanah longsor.